GEMBLOG, PALOPO - Komitmen Pemerintah Kota Palopo di bawah kepemimpinan Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, bersama Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin Daud, dalam membenahi infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat mulai menunjukkan progres. Salah satu proyek yang segera direalisasikan adalah pembangunan Jembatan Ahmad Razak, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Merah.
Jembatan yang selama ini menjadi salah satu akses utama penghubung aktivitas masyarakat tersebut dinilai sudah tidak lagi memadai. Kondisinya yang memprihatinkan menjadikan pembangunan jembatan sebagai salah satu aspirasi yang telah lama dinantikan warga Kota Palopo.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Wali Kota Palopo disebut aktif membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna memperoleh dukungan anggaran. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan dialokasikannya bantuan keuangan untuk pembangunan jembatan pada Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Palopo, Harianto, ST, mengatakan pembangunan akan dilakukan melalui penggantian Jembatan Merah dengan bentang sepanjang 37 meter.
"Nilai anggarannya sebesar Rp12 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026, dan pengerjaannya akan dilaksanakan pada tahun 2026 ini," ujar Harianto, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, saat ini proyek telah memasuki tahapan proses pengadaan. Setelah seluruh administrasi rampung, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mentransfer dana bantuan ke rekening Pemerintah Kota Palopo sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
"Jika proses administrasi telah selesai, pengerjaan jembatan akan segera dimulai. Kami berharap pembangunan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta memperlancar arus transportasi masyarakat," tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi Jembatan Ahmad Razak memang menunjukkan sejumlah bagian yang telah mengalami penurunan kualitas, termasuk pagar pengaman yang tampak rusak di beberapa titik. Meski demikian, arus kendaraan roda dua maupun roda empat masih melintasi jembatan tersebut setiap hari sehingga pembangunan dinilai mendesak demi menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Masyarakat berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan selesai tepat waktu. Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, kehadiran jembatan baru juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Palopo.
Dengan dimulainya tahapan pembangunan Jembatan Ahmad Razak, publik kini menanti realisasi komitmen Pemerintah Kota Palopo dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, layak, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (TIM/Red)
Penulis : SAD



