-->

Iklan

Benner Atas

Jalan Penghubung Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lembang Uluway Patungan dan Gotong Royong

Admin
Selasa, Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T10:05:18Z

 



GEMBLOG, Tana Toraja -  Kondisi jalan utama yang menjadi akses penghubung antar lembang di wilayah Lembang Uluway, dan uluway barat, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, kembali menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, jalan yang menghubungkan Lembang Uluway dengan Lembang Uluway Barat tersebut diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat.









Pada Senin, 3 Agustus 2026, warga Lembang Uluway secara sukarela bergotong royong melakukan kerja bakti memperbaiki sejumlah bagian jalan utama yang dinilai membutuhkan penanganan.


Perbaikan jalan tersebut dilakukan secara mandiri oleh masyarakat lantaran hingga saat ini akses penghubung antar lembang tersebut belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan warga.


Salah seorang warga Lembang Uluway, Neti, mengatakan kondisi jalan tersebut sebenarnya telah diketahui oleh pemerintah setempat. Bahkan, menurut dia, pemerintah setempat telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten, namun belum ada respons yang diterima masyarakat terkait perbaikan jalan tersebut.


"Jalan yg diperbaiki skrg adalah ujung jalan utama Lembang Uluway menuju ke Lembang Uluway Barat, Pemerintah setempat mengetahui seluruh kondisi jalan yang ada di Lembang Uluway, namun sayang kepala lembang kami sudah Almarhum, bulan Desember 2025, bahkan pemerintah setempat sudah berusaha meminta bantuan pemerintah dari Kabupaten tapi sampai sekarang kami sebagai masyarakat belum menerima respon terkait jalan penghubung Desa kami..


Neti menjelaskan, kondisi tersebut kemudian mendorong masyarakat untuk mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dengan mengandalkan kepedulian dan gotong royong warga.


Saat ditanya bagaimana mekanisme masyarakat menggalang dana untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, Neti menjelaskan bahwa warga memanfaatkan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi dan koordinasi.


"kami buat grup WA untuk warga pak, disitu kami saling memberi informasi terkait tentang kondisi jalan yang di kami perbaiki, sehingga warga bersimpati menyumbang, terutama warga masyarakat Uluway yg ada di rantauan, kemudian ada juga list yang dijalankan oleh masyarakat dari rumah ke rumah" Ujarnya..


Menurut Neti, partisipasi masyarakat tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di Lembang Uluway. Warga Uluway yang berada di perantauan juga turut memberikan sumbangan untuk membantu pembenahan jalan tersebut.


Selain melalui komunikasi dalam grup WhatsApp, penggalangan dukungan juga dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah oleh masyarakat.


Sementara itu, terkait jumlah dana yang berhasil dihimpun melalui swadaya masyarakat, warga menyebut pengelolaan dan pertanggungjawaban dana tersebut berada pada bendahara kegiatan swadaya.


Mengenai besaran dana yang terkumpul warga mengatakan itu adalah tanggung jawab bendahara swadaya kami.


Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Lembang Uluway dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah mereka. Di tengah keterbatasan akses dan belum adanya respons yang diharapkan, masyarakat memilih bergerak bersama untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses penting penghubung antarwilayah.


Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan segera mengambil langkah konkret terhadap kondisi jalan penghubung Lembang Uluway–Lembang Uluway Barat, sehingga beban perbaikan infrastruktur tidak sepenuhnya harus ditanggung masyarakat melalui swadaya. (TIM/Red)


Pewarta: FAD

Komentar

Tampilkan

  • Jalan Penghubung Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lembang Uluway Patungan dan Gotong Royong
  • 0

Terkini