-->

Iklan

Benner Atas

Nyawa Warga Routa Dipertaruhkan, Ketiadaan Dokter Jadi Sorotan

Admin
Senin, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T05:56:27Z

 



GEMBLOG, Luwu Timur -  Keterbatasan layanan kesehatan di Kecamatan Routa, Kabupaten , kembali menjadi sorotan setelah seorang ibu hamil harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko demi mendapatkan pelayanan persalinan yang memadai, Senin (15/6/2026).


Ny. Hapsah (39), warga Routa, dirujuk dari Puskesmas Routa pada pukul 18.30 WITA menuju Rumah Sakit Primaya PT Vale Sorowako di . Dalam kondisi membutuhkan penanganan segera, pasien harus melewati perjalanan darat sebelum menyeberangi menggunakan speedboat selama kurang lebih satu jam.


Setelah tiba di seberang danau, perjalanan masih berlanjut sekitar 20 menit melalui jalur darat hingga akhirnya pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 21.00 WITA. Setelah menjalani observasi medis intensif, operasi sesar berhasil dilakukan pada pukul 03.00 WITA dini hari. Ibu dan bayi dilaporkan dalam kondisi sehat.


Perwakilan keluarga pasien, , menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penyelamatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dokter dan tenaga medis PT Vale yang telah memberikan pelayanan terbaik. Terima kasih juga kepada anggota DPRD Luwu Timur dan semua pihak yang turut membantu," ujarnya.


Anadalo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Bupati atas dukungan pelayanan kesehatan yang selama ini dapat diakses masyarakat Routa.


Namun di balik keberhasilan proses persalinan tersebut, Anadalo menilai kasus ini mencerminkan persoalan serius yang telah lama dihadapi warga Routa, yakni minimnya fasilitas kesehatan dan ketiadaan tenaga dokter yang memadai.


Menurutnya, bukan kali ini saja warga harus dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan medis. Bahkan, ia menyebut terdapat warga yang meninggal dunia sebelum sempat tiba di rumah sakit rujukan akibat jauhnya akses pelayanan kesehatan.


"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Routa merupakan salah satu wilayah penghasil sumber daya tambang terbesar di Sulawesi Tenggara, tetapi pelayanan kesehatan dasar masih sangat terbatas," katanya.


Kekecewaan masyarakat semakin bertambah setelah usulan penempatan tenaga dokter yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) awal tahun 2026 disebut baru akan direalisasikan pada tahun 2027.


"Ini persoalan kemanusiaan. Mengatakan dokter baru ada tahun 2027 sama saja dengan meminta masyarakat untuk tidak sakit sebelum tahun 2027. Keselamatan warga tidak boleh menunggu," tegas Anadalo.


Masyarakat Routa berharap Pemerintah Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan layanan kesehatan di wilayah tersebut.


"Hadirkan fasilitas kesehatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah melihat kondisi nyata yang dihadapi warga setiap hari," tutupnya.


Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Konawe belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan harapan yang disampaikan masyarakat Routa. (Red)


Pewarta: FAD

Komentar

Tampilkan

  • Nyawa Warga Routa Dipertaruhkan, Ketiadaan Dokter Jadi Sorotan
  • 0

Terkini