GEMBLOG, Luwu Timur - Janji politik kini mulai ditagih. Setelah resmi dilantik sebagai Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam atau IBAS menghadapi ekspektasi besar masyarakat, terutama terkait proyek ambisius jalur Trans Sulawesi yang melintasi kawasan Mahalona Raya.
Dalam sebuah video kampanye yang kembali beredar luas di tengah masyarakat, Ibas dengan tegas menyampaikan visinya menjadikan Mahalona Raya sebagai jalur strategis penghubung antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, Jumat (20/3/2026).
“Tujuan kita bagaimana Mahalona Raya ini menjadi jalan Trans Sulawesi… dari Bahodopi melalui Seba-seba tembus ke Mahalona Raya, sehingga ke depan tidak lagi menjadi persoalan,” ujar Ibas dalam video tersebut.
Pernyataan itu kini menjadi sorotan publik. Warga mulai mempertanyakan sejauh mana progres realisasi janji tersebut, mengingat akses jalan penghubung antarwilayah ini dinilai sangat vital untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur.
Jalur yang dimaksud menghubungkan wilayah Bahodopi di Kabupaten Morowali menuju kawasan Mahalona Raya di Luwu Timur. Jika terealisasi, jalur ini diyakini akan memangkas jarak tempuh secara signifikan serta membuka akses distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Dalam video tersebut, Ibas juga menekankan pentingnya koordinasi lintas daerah. Ia mengaku telah merancang komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Morowali agar pembangunan jalan di kedua sisi wilayah berjalan seimbang.
Tak hanya itu, ia bahkan menyebut rencana pertemuan bersama Gubernur Anwar Hafid dan pihak terkait untuk meninjau langsung kondisi jalan di lapangan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
Namun demikian, hingga memasuki awal masa pemerintahannya, realisasi konkret dari janji tersebut masih menjadi perhatian publik. Sejumlah kalangan menilai bahwa proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik jalan, tetapi juga menyangkut komitmen anggaran, sinergi antarprovinsi, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat lokal.
Di sisi lain, warga Mahalona Raya justru menyambut positif wacana tersebut. Mereka menilai bahwa jika jalur Trans Sulawesi benar-benar terwujud, maka wilayah mereka akan mengalami transformasi besar, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi hingga terbukanya peluang investasi.
Ibas sendiri dalam pernyataannya mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi perubahan tersebut. Ia menyebut bahwa keterbukaan akses akan membawa arus lalu lintas yang lebih ramai, serta peluang baru yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Warga Mahalona Raya harus bersiap menyambut keterbukaan. Nantinya aktivitas akan semakin banyak di daerah kita,” tegasnya.
Kini, janji itu tidak lagi sekadar narasi kampanye. Di tangan kepemimpinan Ibas, proyek Trans Sulawesi via Mahalona menjadi ujian nyata, apakah mampu diwujudkan sebagai tonggak kemajuan, atau justru menjadi catatan kritis dalam perjalanan politiknya di Luwu Timur. (TIM/Red)
Penulis : SAD PPWI



