GEMBLOG, Palopo - Kemitraan pers Indonesia dan Kerajaan Maroko dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya dalam hubungan pemberitaan, tetapi juga menuju pertukaran pengetahuan, penguatan jaringan media, peluang ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan jurnalis, Minggu (13/9/2026).
Atas semangat tersebut, Media Gempar Muda Info (GMI) menyatakan dukungan terhadap upaya memperkuat hubungan pers Indonesia dan Maroko melalui kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi insan pers, khususnya jurnalis warga di Indonesia.
Dukungan ini sejalan dengan momentum rencana pemberian Letter of Appreciation dari Pemerintah Kerajaan Maroko melalui Kedutaan Besar Maroko di Jakarta kepada sejumlah media Indonesia yang selama ini turut membangun komunikasi dan pemberitaan mengenai Maroko.
Rencana tersebut disampaikan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Dr. Redouane Houssaini, dalam pertemuan dengan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, di Jakarta pada Senin, 7 September 2026.
Penghargaan tersebut direncanakan menjadi bagian dari rangkaian Moroccan Week yang akan berlangsung di Jakarta pada 31 Oktober hingga 6 November 2026.
Bagi Media Gempar Muda Info (GMI), pemberian apresiasi kepada media Indonesia merupakan momentum positif yang seharusnya dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.
Penghargaan merupakan bentuk apresiasi terhadap karya media. Namun, hubungan yang telah terbangun antara media Indonesia dan Kedutaan Besar Maroko dapat dikembangkan menjadi jembatan pertukaran informasi dan pengetahuan antara dua negara.
Media Indonesia dapat lebih mengenal sejarah, budaya, pendidikan, pariwisata, ekonomi, serta perkembangan sosial masyarakat Maroko. Sebaliknya, masyarakat Maroko juga dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai Indonesia melalui karya-karya jurnalistik media tanah air.
"Kami melihat kemitraan pers Indonesia dan Maroko memiliki potensi yang jauh lebih besar daripada sekadar hubungan pemberitaan. Ini dapat menjadi jembatan pengetahuan, budaya, jaringan, dan peluang ekonomi bagi insan pers kedua negara," demikian sikap Redaksi Media Gempar Muda Info.
Redaksi Media Gempar Muda Info juga menilai bahwa penguatan kemitraan internasional harus memberikan perhatian terhadap persoalan kesejahteraan jurnalis.
Di tengah perubahan industri media dan perkembangan teknologi digital, banyak jurnalis dan media lokal menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan ekonomi.
Karena itu, kerja sama pers Indonesia - Maroko diharapkan dapat membuka peluang baru melalui program pertukaran jurnalis, fellowship, pelatihan, kunjungan jurnalistik, kolaborasi produksi konten, penghargaan karya jurnalistik, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis media.
Peluang tersebut tentunya harus tetap dilaksanakan dengan menjunjung tinggi independensi pers, kode etik jurnalistik, transparansi, serta prinsip profesionalisme.
Redaksi Media Gempar Muda Info berpandangan bahwa jurnalis yang memiliki kompetensi dan kesejahteraan yang lebih baik akan semakin mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kemitraan tersebut juga dinilai penting bagi perkembangan jurnalis warga Indonesia.
Jurnalis warga merupakan bagian dari ekosistem informasi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Dengan dukungan peningkatan kapasitas, literasi digital, teknologi jurnalistik, dan jaringan internasional, jurnalis warga dapat menghasilkan karya yang semakin profesional.
Karena itu, Media Gempar Muda Info mendorong agar dalam perkembangan kerja sama Indonesia - Maroko nantinya terdapat ruang yang cukup bagi media lokal dan jurnalis warga dari berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya media yang berada di pusat.
Program pelatihan, diskusi, pertukaran pengalaman, dan kolaborasi media dapat menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas tersebut.
Redaksi Gempar Muda Info berharap momentum Moroccan Week dan pemberian Letter of Appreciation dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih panjang.
Kemitraan Indonesia - Maroko di bidang pers diharapkan tidak berhenti di Jakarta, tetapi dapat menjangkau media dan jurnalis di berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini memiliki potensi besar dalam bidang budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberitaan masyarakat.
"Kami mendukung agar hubungan pers Indonesia dan Maroko bergerak lebih jauh: dari sekadar pemberitaan menuju pertukaran pengetahuan, penguatan jaringan, peluang ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan jurnalis. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, kemitraan ini dapat menjadi contoh diplomasi media yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," tegas Redaksi Gempar Muda Info.
Menurut pimred Gempar Muda Info, pers memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat yang berbeda bahasa, geografis, dan budaya.
Melalui pena, kamera, dan teknologi digital, jurnalis dapat memperkenalkan wajah Indonesia kepada masyarakat Maroko dan menghadirkan Maroko lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya, kemitraan pers kedua negara diharapkan bukan hanya menghasilkan lebih banyak berita tentang Indonesia dan Maroko, tetapi juga melahirkan pengetahuan baru, jaringan profesional, peluang ekonomi, pertukaran budaya, dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para jurnalis.
Media Gempar Muda Info mendukung persahabatan Indonesia - Maroko dan mendorong agar kemitraan tersebut terus tumbuh menjadi kerja sama yang nyata, produktif, dan memberikan manfaat bagi kedua bangsa. (TIM/Red)
Redaksi Media Gempar Muda Info (GMI)



