-->

Iklan

Benner Atas

Langkah Bersejarah Energi Afrika: Negara-Negara ECOWAS Resmi Dukung Proyek Pipa Gas Atlantik Nigeria-Maroko

Admin
Rabu, Juli 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T17:07:44Z


GEMBLOG, Freetown - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara dan Pemerintahan dari negara-negara anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (Economic Community of West African StatesECOWAS) yang berlangsung di Freetown, Sierra Leone, Minggu, 19 Juli 2026, mencatatkan sejarah baru bagi lanskap energi regional. Seluruh negara anggota resmi menandatangani Intergovernmental Agreement (IGA) yang melandasi pengembangan Nigeria-Morocco African Atlantic Gas Pipeline (AAGP).


Infrastruktur energi raksasa sepanjang kurang lebih 6.800 kilometer ini dirancang untuk mengalirkan gas alam dari Nigeria menuju Maroko, hingga nantinya terhubung langsung dengan jaringan transmisi gas benua Eropa.


Penandatanganan kesepakatan ini menjadi bukti nyata dukungan penuh dan konsensus politik seluruh negara anggota ECOWAS terhadap proyek megah yang digagas oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI dari Maroko dan mendiang mantan Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, yang kini pengembangannya diteruskan oleh Presiden Bola Ahmed Tinubu. Proyek strategis ini dikembangkan secara kolaboratif oleh Kantor Nasional Hidrokarbon dan Pertambangan Maroko (National Office of Hydrocarbons and Mines / ONHYM) bersama Perusahaan Minyak Nasional Nigeria (Nigerian National Petroleum Company Limited / NNPC Ltd.).


Kesepakatan interpemerintah ini membuka jalan lebar menuju tahap implementasi operasional berikutnya. Langkah krusial yang akan segera direalisasikan mencakup pembentukan Project Company yang berpusat di Casablanca, Maroko, serta pembentukan Pipeline Higher Authority yang berkantor pusat di Abuja, Nigeria. Kedua lembaga ini bertugas mengawal mobilisasi investor global menuju Final Investment Decision (FID).


Tahap penandatanganan akhir rencananya akan ditandai melalui upacara khusus di Kerajaan Maroko, di mana Maroko dan Republik Islam Mauritania akan menandatangani perjanjian tersebut secara bersama-sama di hadapan Presiden Republik Federal Nigeria.


Setelah selesai dibangun, pipa gas ini akan melintasi 13 negara di sepanjang pesisir Atlantik Afrika dan tersambung dengan Jalur Pipa Gas Maghreb-Eropa di Maroko utara. Dengan kapasitas angkut mencapai 30 miliar meter kubik gas alam per tahun, sekitar 15 miliar meter kubik dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional Afrika Barat, sementara sisanya diekspor ke Maroko dan pasar Eropa.


Proyek senilai kurang lebih USD 25 miliar (sekitar Rp400 triliun) ini bertekad menciptakan pasar gas alam terintegrasi, mendukung pembangkitan listrik skala besar, mendorong industrialisasi, serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam benua Afrika. Pengoperasian segmen pertama pipa gas ini diproyeksikan mulai berjalan pada awal dekade mendatang.


Perkembangan pesat proyek AAGP ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak internasional, termasuk dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan dukungannya atas capaian bersejarah yang diraih oleh Maroko dan negara-negara Afrika Barat tersebut.


"Penandatanganan perjanjian antar-pemerintah ini adalah lompatan besar bagi terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi di Afrika. Pipa Gas Atlantik Nigeria-Maroko bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan 'koridor kemakmuran' yang menghubungkan potensi ekonomi antar-negara. Persisma menyambut baik dan mendukung penuh perkembangan positif ini," ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu menambahkan bahwa konsensus yang dicapai oleh negara-negara ECOWAS membuktikan visi jauh ke depan dari Raja Maroko, King Mohammed VI, dalam mengedepankan kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation). Menurutnya, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Sahara dan Afrika Barat akan membawa dampak positif bagi perdamaian serta kesejahteraan global.


Inisiatif awal yang dimulai dari kerja sama bilateral antara Maroko dan Nigeria kini resmi bertransformasi menjadi proyek bersama milik seluruh kawasan Afrika Barat. Kepemilikan bersama (collective ownership) oleh negara-negara anggota ECOWAS makin memperkuat fondasi politik dan institusional proyek ini.


Pihak ONHYM dan NNPC Ltd. mengonfirmasi bahwa studi teknis utama, rekayasa enginering, serta analisis dampak lingkungan telah selesai dilaksanakan. Hal ini menandakan bahwa proyek siap memasuki fase konstruksi dan pengembangan operasional secara bertahap setelah penandatanganan lanjutan di Rabat kelak.


Pada akhirnya, keberadaan African Atlantic Gas Pipeline melampaui sekadar dimensi bisnis energi. Infrastruktur ini dirancang sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru yang meningkatkan daya saing, mempercepat industrialisasi, serta mempererat integrasi sosio-ekonomi antar-bangsa di Benua Afrika. (PERSISMA/Red)


Sumber berita : DPN PPWI 

Komentar

Tampilkan

  • Langkah Bersejarah Energi Afrika: Negara-Negara ECOWAS Resmi Dukung Proyek Pipa Gas Atlantik Nigeria-Maroko
  • 0

Terkini