-->

Iklan

Benner Atas

Kawah Chandradimuka Kadet Unhan Cohort-7: Lahirnya Inteligensia Militer Penjaga Kedaulatan Bangsa

Admin
Selasa, Juli 07, 2026 WIB Last Updated 2026-07-07T09:12:14Z


GEMBLOG, MAGELANG - Lembah Tidar kembali mencatat sejarah sebagai tempat lahirnya generasi baru penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebanyak sekitar 700 putra-putri terbaik bangsa resmi memulai perjalanan mereka sebagai Calon Kadet Mahasiswa Program Sarjana (S-1) Universitas Pertahanan (Unhan) RI Cohort-7 Tahun Akademik 2026/2027 melalui Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) Chandradimuka.




Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan Upacara Pembukaan Diksarmil Chandradimuka yang digelar pada Senin, 29 Juni 2026, di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., yang menandai dimulainya proses pembentukan karakter, mental, disiplin, dan kepemimpinan para calon kadet.


Dalam amanatnya, Rektor menegaskan bahwa tantangan pertahanan masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, Unhan RI menargetkan lahirnya prajurit intelektual yang memiliki karakter Tanggap, Tanggon, dan Trengginas, mampu menjawab dinamika ancaman global yang semakin kompleks.


Selama dua bulan penuh, seluruh calon kadet akan menjalani pendidikan dasar militer yang memadukan pembinaan kedisiplinan di lingkungan Akademi Militer dengan latihan lapangan di Daerah Latihan Plempungan–Salaman, Magelang. Program tersebut dirancang untuk membentuk ketahanan fisik, mental, kepemimpinan, serta jiwa korsa sebagai fondasi utama seorang calon perwira.


Seleksi masuk Unhan RI dikenal sangat kompetitif. Selain melalui tahapan akademik dan kesehatan yang ketat, peserta juga dituntut memiliki kemampuan intelektual tinggi dengan standar IQ minimal 120.



Sebanyak 700 mahasiswa baru kemudian didistribusikan ke dalam enam fakultas strategis, yaitu:


- Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Kedokteran dan Kedokteran Gigi).

- Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Rekayasa Sumber Daya Air, dan Teknik Nuklir).

- Fakultas Farmasi Militer.

- Fakultas MIPA Militer (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi).

- Fakultas Strategi Pertahanan dengan Program Studi Sejarah Militer.

- Fakultas Manajemen Pertahanan yang kini diperkuat Program Studi Ilmu Keolahragaan.


Komposisi tersebut menunjukkan arah pengembangan Unhan RI sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan kekuatan akademik, teknologi, kesehatan, hingga strategi pertahanan nasional dalam satu ekosistem pendidikan.


Setelah menyelesaikan Diksarmil pada akhir Agustus 2026, seluruh kadet akan melanjutkan pendidikan akademik di Kampus Ksatriaan Unhan RI, Hambalang, Bogor, yang dijadwalkan dimulai pada 1 September 2026.


Seluruh mahasiswa memperoleh fasilitas pendidikan kedinasan dengan beasiswa penuh. Program non-kedokteran ditempuh selama empat tahun, sedangkan program Kedokteran dan Kedokteran Gigi berlangsung selama 5,5 tahun termasuk pendidikan profesi melalui kurikulum bersama dengan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A..


Di akhir masa pendidikan, para lulusan diproyeksikan mengikuti tahapan sesuai ketentuan hingga dilantik sebagai Perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) dengan penempatan korps yang disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing, baik di bidang sains, medis, siber, teknik, strategi pertahanan, maupun jasmani militer.


Sejalan dengan visi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhan RI, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketangguhan fisik.


Di lingkungan kampus, sosok perwira tinggi bergelar doktor tersebut dikenal sederhana, dekat dengan para kadet, serta aktif mendorong budaya olahraga dan pembinaan karakter sebagai bagian integral dari proses pendidikan calon pemimpin masa depan bangsa.


Suasana haru dan bangga juga dirasakan para orang tua yang tergabung dalam komunitas Wali Kadet (Walet) Cohort-7.


Salah satunya disampaikan Adv. H. Al fan Sari, SH.MH., mengaku bangga melihat putra-putri terbaik Indonesia dipercaya mengikuti proses pembentukan karakter di Universitas Pertahanan RI.


"Melihat anak-anak kami berdiri tegap mengikuti gemblengan negara adalah kebanggaan yang luar biasa. Kami melepas mereka dengan penuh kepercayaan bahwa mereka berada di tangan para pendidik terbaik."


Adv. Al Fan yang dikenal aktif membela masyarakat marginal dan pernah menghadiri peluncuran program Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Istana Negara pada 2013 tersebut juga menyampaikan pesan yang menggambarkan semangat persatuan para kadet.


"Kadet-kadet ini datang dari berbagai daerah, suku, agama, dan latar belakang sosial yang berbeda. Namun di Unhan mereka melebur dalam Jiwa Korsa Keprajuritan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan NKRI. Di era modern, bela negara diwujudkan melalui penguasaan sains yang tinggi dan integritas moral. Kami meyakini mereka akan tumbuh menjadi pilar intelektual sekaligus benteng pertahanan Indonesia di masa depan."


Pendidikan di Universitas Pertahanan RI tidak lagi hanya mencetak prajurit yang tangguh di medan operasi, tetapi juga melahirkan ilmuwan, peneliti, insinyur, dokter, ahli siber, hingga perencana strategi pertahanan yang siap menghadapi ancaman multidimensi.


Dari Kawah Chandradimuka di Lembah Tidar, sekitar 700 calon kadet kini memulai langkah panjang menuju pengabdian. Mereka bukan sekadar mahasiswa, melainkan generasi baru inteligensia militer Indonesia yang dipersiapkan untuk menjaga kedaulatan, memperkuat daya saing bangsa, serta memastikan Merah Putih tetap berkibar tegak di tengah dinamika dunia yang terus berubah. (**/Red)


Penulis : SAD

Komentar

Tampilkan

  • Kawah Chandradimuka Kadet Unhan Cohort-7: Lahirnya Inteligensia Militer Penjaga Kedaulatan Bangsa
  • 0

Terkini