GEMBLOG, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., mengungkapkan alasan emosional di balik sikap kerasnya terhadap berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua. Melalui pernyataan yang disampaikannya melalui pesan grup Nasional PPWI kepada publik, ia menegaskan bahwa Papua bukanlah daerah yang asing baginya karena memiliki ikatan keluarga yang sangat dekat, Sabtu (4/6/2026).
Wilson menjelaskan bahwa adik kandungnya, Mutiara Lalengke, menikah dengan seorang pria Orang Asli Papua (OAP) asal Lembah Baliem, Pendeta La Gombo. Dari pernikahan tersebut lahir dua putra, yakni Salam Gombo Lalengke dan Kristian Gombo Lalengke.
Menurut Wilson, Salam saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, sementara adiknya, Kristian Gombo Lalengke, baru saja menyelesaikan pendidikan di tingkat SMK.
Dalam pernyataannya, Wilson menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan tersebut membuatnya merasakan kedekatan emosional yang mendalam dengan masyarakat Papua. Karena itu, setiap kali mendengar kabar mengenai jatuhnya korban jiwa akibat konflik atau kekerasan, ia mengaku tidak dapat menyembunyikan rasa marah dan keprihatinannya.
"Wanita ini adalah adik kandung saya, Mutiara Lalengke, menikah dengan OAP asal Lembah Baliem, Pdt. La Gombo. Mereka punya dua putra: Salam Gombo Lalengke dan Kristian Gombo Lalengke. Salam saat ini kuliah di FE Uncen di Jayapura, adiknya Kristian baru tamat SMK. Mohon dimaklumi jika kemarahan saya memuncak saat ada yang terbunuh sia-sia di Papua, dan di seluruh Indonesia. Demikian sekadar informasi. Terima kasih," tulis Wilson Lalengke.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa sikap Wilson terhadap berbagai insiden kekerasan tidak hanya didorong oleh kepedulian sebagai warga negara, tetapi juga oleh hubungan keluarga yang telah menyatu dengan tanah Papua.
Tokoh HAM internasional dan alumni PPRA-48 Lemhannas RI itu menambahkan: menekankan bahwa keprihatinannya tidak terbatas pada Papua semata. Menurutnya, setiap kehilangan nyawa akibat kekerasan di mana pun di Indonesia merupakan tragedi kemanusiaan yang seharusnya menjadi perhatian bersama.
Pesan yang disampaikan Wilson mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog, persaudaraan, dan penyelesaian konflik secara damai, sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh sia-sia di negeri ini. (TIM/Red)
Penulis : SAD



