GEMBLOG, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA., menyerukan doa dan solidaritas untuk Faisal, anggota PPWI yang menjadi korban pengeroyokan brutal di lingkungan Polda Metro Jaya, Sabtu (28/3/2026).
Insiden yang mengguncang publik ini terjadi saat Faisal tengah menjalani proses hukum di ruang pemeriksaan. Alih-alih mendapatkan perlindungan, ia justru menjadi sasaran kekerasan oleh sekelompok orang yang diduga berjumlah puluhan.
Identitas Korban: Anggota Resmi PPWI
Faisal diketahui merupakan anggota aktif Persatuan Pewarta Warga Indonesia, yang dibuktikan melalui Kartu Tanda Anggota (KTA) PPWI atas namanya. Status tersebut menegaskan bahwa korban bukan hanya warga biasa, tetapi juga bagian dari komunitas jurnalis warga yang memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Saat ini, Faisal masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka memar di kepala dan lebam di sejumlah bagian tubuh.
Diduga Libatkan Tokoh dan Oknum Aparat
Peristiwa ini semakin menjadi sorotan karena diduga melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Fahd Arafiq, Ranny Arafiq, serta seorang oknum Polisi Militer yang disebut sebagai pengawal pribadi.
Dugaan keterlibatan figur publik dan aparat ini memicu kekhawatiran serius terhadap integritas penegakan hukum di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Wilson Lalengke mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada korban.
“Kami mengajak seluruh kawan-kawan, sahabat, dan masyarakat luas untuk mendoakan kesembuhan Bang Faisal. Semoga beliau segera pulih dan mendapatkan keadilan atas apa yang dialaminya,” ujarnya.
Wilson menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap jurnalis warga dan hak setiap warga negara untuk merasa aman.
Pengeroyokan yang terjadi di dalam institusi penegak hukum dinilai sebagai ironi besar. Tempat yang seharusnya menjadi simbol keadilan justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan.
PPWI menilai bahwa kasus ini harus diusut secara transparan dan tuntas. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum, termasuk jika melibatkan tokoh politik maupun aparat.
Melalui pernyataan resminya, Persatuan Pewarta Warga Indonesia berharap:
- Pelaku pengeroyokan segera ditangkap dan diproses hukum,
- Aparat yang lalai atau terlibat diperiksa secara menyeluruh,
- Perlindungan terhadap korban dan saksi dijamin,
- Penegakan hukum dilakukan tanpa intervensi.
Gelombang dukungan dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Solidaritas ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap keadilan dan kemanusiaan.
Keadilan bagi Faisal bukan hanya tentang satu orang, tetapi tentang keberanian negara dalam melindungi setiap warganya. (TIM/Red)
Penulis : SAD PPWI



