GEMBLOG, Jakarta - Gerbong kepemimpinan di lingkungan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) kembali mengalami penyegaran. Tokoh aktivis muda nasional asal Sulawesi Tengah, Muhammad Fithrat Irfan, resmi dilantik sebagai Komisaris Independen PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), perusahaan yang berada di bawah naungan holding PT Pelindo.
Penunjukan Muhammad Fithrat Irfan ditetapkan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transformasi korporasi Pelindo yang kini juga diperkuat oleh kehadiran Danantara dalam struktur holding.
Irfan dinilai memiliki rekam jejak, kapasitas, serta integritas yang mumpuni sebagai representasi generasi muda nasional. Pengalamannya sebagai aktivis dan keterlibatannya dalam berbagai ruang strategis menjadi pertimbangan utama kepercayaan yang diberikan untuk mengawal jalannya perusahaan berbasis layanan data dan teknologi kepelabuhanan tersebut.
Dalam keterangannya usai pelantikan, Irfan menyampaikan bahwa jabatan ini merupakan amanah besar sekaligus tantangan baru untuk membuktikan kontribusi nyata di sektor korporasi nasional.
“Ini adalah lembaran baru bagi saya dan tantangan untuk naik ke tahap selanjutnya. Mari berkontribusi yang baik untuk bangsa dan negara kita,” ujar Irfan di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya mengintegrasikan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan orientasi kemaslahatan publik dalam setiap pengambilan kebijakan. Ia berharap kehadirannya di jajaran dewan komisaris dapat mendorong peningkatan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat nilai kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
“Manusia dan ilmu yang baik adalah yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Semoga amanah baru yang diberikan kepada saya ini dapat memberi dampak positif,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini, Muhammad Fithrat Irfan menambah deretan putra daerah Sulawesi Tengah yang berhasil meniti karier strategis di tingkat nasional. Kehadirannya juga menjadi simbol representasi generasi muda dalam tata kelola perusahaan negara, sekaligus harapan baru bagi lahirnya kepemimpinan korporasi yang progresif dan berintegritas. ***
#Editor: SAD
#sumber berita: FAD




