-->

Iklan

Benner Atas

Tak Kenal Waktu, Kacabdis Pendidikan Wilayah XI Sul-Sel Pilih Habiskan Waktu Bersama Anak Panti

Admin
Selasa, Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T15:51:56Z


GEMBLOG, PALOPO - Aktivitas seorang pejabat tidak selalu berhenti ketika jam kerja berakhir. Hal itu tergambar dari sosok Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sulawesi Selatan, Ridwan Syam, S.Sos., M.M., yang masih menyempatkan diri berinteraksi dan bersilaturahmi bersama anak-anak panti asuhan meski waktu telah larut malam.


Kacabdis Pendidikan Wilayah XI yang membawahi wilayah Kota Palopo dan Kabupaten Luwu tersebut ditemui Media Gempar Muda Info dalam suasana santai saat berada bersama anak-anak Panti Asuhan Uswatun Hasanah Palopo, Selasa (11/8/2026).





Di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas di bidang pendidikan, Ridwan Syam mengaku justru merasa senang ketika dapat meluangkan waktu bersama anak-anak panti asuhan.


Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kepenatan setelah menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.


 “Saya senang bersama anak-anak panti. Ini juga menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kepenatan dari kegiatan sehari-hari,” ungkap Ridwan Syam saat ditemui Media Gempar Muda Info pada larut malam.


Bagi Ridwan Syam, dunia pendidikan tidak semata-mata berbicara mengenai proses belajar mengajar di dalam ruang kelas. Pendidikan juga berkaitan erat dengan kepedulian sosial, pembentukan karakter, serta bagaimana lingkungan pendidikan dapat hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.


Karena itu, kegiatan silaturahmi dan kepedulian terhadap anak-anak panti menjadi bagian dari semangat membangun pendidikan yang lebih humanis.


Aktivitas semacam ini juga dapat diintegrasikan dengan agenda sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, termasuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kota Palopo dan Kabupaten Luwu.


Salah satu bentuk realisasinya adalah kunjungan dan silaturahmi kepada anak-anak Panti Asuhan Uswatun Hasanah Palopo.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi insan pendidikan untuk menanamkan nilai kepedulian, solidaritas, kebersamaan dan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan sosial.


Panti Asuhan Uswatun Hasanah Palopo berada di Jl. Lembu eks Jl. Teratai, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.


Panti tersebut menjadi tempat pengasuhan dan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu maupun anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan perhatian.


Selain menyediakan tempat tinggal, panti juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar anak-anak yang berada dalam pengasuhan, mulai dari makanan hingga pendidikan sekolah.


Kehadiran berbagai pihak melalui kegiatan kunjungan dan silaturahmi dinilai dapat memberikan dukungan moral sekaligus menghadirkan suasana kekeluargaan bagi anak-anak panti.


Bagi dunia pendidikan, interaksi tersebut juga menjadi pembelajaran sosial bagi peserta didik bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap sesama.


Salah satu pengelola Panti Asuhan Uswatun Hasanah mengungkapkan bahwa pembinaan terhadap anak-anak di panti tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membentuk karakter dan mendorong mereka memiliki cita-cita untuk masa depan.


Bahkan, menurut pengelola panti tersebut, sudah ada anak binaan yang berhasil diarahkan untuk mengejar cita-cita menjadi abdi negara melalui TNI.


 “Kami telah menciptakan anak panti asuhan menjadi abdi negara, TNI. Sekarang dia sedang mendaftarkan diri di Makassar,” ungkap salah satu pengelola Panti Asuhan Uswatun Hasanah.


Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa panti asuhan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bagi anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, pendidikan dan pengembangan cita-cita.


Keberhasilan seorang anak binaan untuk berani mengejar cita-cita menjadi anggota TNI juga menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang kehidupan mereka.


Sikap Ridwan Syam yang masih meluangkan waktu di luar rutinitas kedinasan memperlihatkan bahwa aktivitas di bidang pendidikan tidak selalu dibatasi oleh ruang dan waktu.


Di tengah kesibukannya sebagai Kacabdis Pendidikan Wilayah XI, perhatian terhadap kegiatan sosial dan pembinaan tetap menjadi bagian dari aktivitas yang dijalankan.


Kebersamaan dengan anak-anak Panti Asuhan Uswatun Hasanah menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan tugas pemerintahan dan pembinaan pendidikan.


“Tidak mengenal waktu” dalam konteks ini bukan sekadar bekerja hingga larut malam, tetapi juga tentang bagaimana seorang pejabat pendidikan menyisihkan waktu untuk hadir, berbagi perhatian dan membangun hubungan sosial dengan masyarakat.


Bagi anak-anak panti, kehadiran orang-orang yang memberikan perhatian tentu memiliki arti tersendiri. Sementara bagi dunia pendidikan, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian dan kebersamaan merupakan bagian penting dari proses mencerdaskan kehidupan bangsa.


Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana seorang anak mendapatkan nilai terbaik di sekolah, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi manusia yang memiliki karakter, kepercayaan diri, kepedulian dan keberanian untuk mengejar masa depan.


Dari sebuah panti asuhan di Kota Palopo, cita-cita itu terus tumbuh dan salah satunya kini sedang diperjuangkan melalui proses pendaftaran menjadi TNI di Makassar. (TIM/Red)


Penulis : SAD


Komentar

Tampilkan

  • Tak Kenal Waktu, Kacabdis Pendidikan Wilayah XI Sul-Sel Pilih Habiskan Waktu Bersama Anak Panti
  • 0

Terkini